Powered By Blogger

Mengenai Saya

Foto saya
Tulungagung, jawatimur, Indonesia
Dialah yang membuat yang tampak dan nyata menjadi tidak ada, dan Dia jugalah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata dan dekat. Saya berusaha membuka mata untuk membukakan mata seluruh dunia.

Senin, 01 Agustus 2011

sukse menembus SNMPTN

Sudah menjadi fakta bahwa setiap tahun tingkat persaingan untuk menembus SPMB semakin meningkat. Keberhasilan seseorang tidak lagi semata-mata hanya ditentukan oleh kesiapan akademik, akan tetapi faktor mental, pengetahuan prosedur pendaftaran secara komputerisasi bahkan strategi, ikut menentukan.
Kenyataan yang sering kali kita lihat, misalnya saja Budi lulus pada SPMB sementara Agung teman sekelasnya di SMU, ternyata gagal. Padahal Agung lebih pintar dari Budi. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya ada dua kemungkinan, yaitu terjadi kesalahan teknis/administratif atau salah strategi.

Kesalahan teknis/administratif akan berakibat fatal. Salah mengisi data berarti kalah sebelum "perang" dimulai. Sebab itu data harus diisi dengan hati-hati dan benar. Ikutilah semua petunjuk yang ada dalam Buku Panduan SPMB dan jangan percaya pada saran/cara yang disampaikan oleh siapapun jika berbeda dengan apa yang diutarakan dalam buku panduan.
Strategi adalah rencana yang cermat dan efektif mengenai kegiatan, langkah dan metode untuk mencapai sasaran. Dengan demikian strategi merupakan faktor yang dominan dalam meraih sukses.
Kesalahan strategi bisa meliputi strategi belajar atau strategi memilih jurusan dalam SPMB. Berikut ini akan dibahas strategi belajar menjelang SPMB maupun strategi memilih jurusan.
1. Belajar secara Efektif dan Efisien
Cukup banyak metode belajar secara efektif dan efisien yang sudah dikenal. Misalnya, cara membaca sistem SQ3R, yaitu Survey (penelitian pendahuluan), Question (membuat pertanyaan), Read (membaca), Recite (mengulang), dan Review (mempelajari kembali secara menyeluruh). Namun, pada kesempatan ini, penulis hanya mengemukakan langkah-langkah praktis untuk memantapkan kembali materi yang sudah diterima sejak kelas satu hingga kelas tiga SMU disesuaikan dengan ruang lingkup dan bahan uji pada SPMB.
Langkah Pertama
Buat program belajar untuk kurun waktu sekarang sampai SPMB mendatang meliputi mata pelajaran yang akan diujikan pada testing. Belajarlah setiap hari dan bagi waktu yang ada untuk memantapkan teori dasar, menghapal rumus-rumus dan mengerjakan soal-soal untuk setiap mata pelajaran. Lamanya waktu belajar setiap pelajaran tidak harus sama, tergantung pada penguasaan yang telah dimiliki untuk masing-masing materi pelajaran. Kemudian buat ringkasan rumus-rumusnya.
Materi yang diujikan pada SPMB mayoritas berasal dari materi pelajaran di kelas 2 SMU. Kondisi ini mengharuskan para siswa sudah mulai menyiasati SPMB sejak dini, yaitu sejak awal kelas 3 SMU karena persiapan selama beberapa bulan menjelang SPMB saja terasa kurang.
*) Dr. Ir. Bob Foster, M.M. adalah Direktur Utama Ganesha Operation dan Penulis Buku Fisika di Penerbit Erlangga.
Mata pelajaran yang diujikan pada SPMB dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel I. Daftar Mata Ujian pada SPMB
Mata Ujian Jml. Soal Waktu Peserta
Hari Pertama Kemampuan Kuantitatif:   150 menit IPA, IPS-BAHASA dan IPC
- Matematika Dasar 25 soal
Kemampuan Bahasa: 
- Bahasa Indonesia 25 soal
- Bahasa Inggris 25 soal
Hari Kedua Pagi Kemampuan IPA:   150 menit IPA dan IPC
- Matematika IPA 15 soal
- Fisika 15 soal
- Kimia 15 soal
- Biologi 15 soal
- IPA Terpadu 15 soal
Hari Kedua Siang Kemampuan IPS:   90 menit IPS-BAHASA dan IPC
- Sejarah 20 soal
- Geografi 20 soal
- Ekonomi 20 soal
- IPS Terpadu (termasuk PPKn) 15 soal
Langkah Kedua
Kerjakan soal-soal SPMB tahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batas waktu tanpa melihat catatan, seolah-olah dalam keadaan tes yang sesungguhnya. Setelah selesai, periksa jawaban dengan kunci yang ada untuk mengkaji berapa persen jawaban yang benar. Jawaban yang salah atau kosong harus dikerjakan kembali, akan tetapi kalau masih terbentur jangan malu bertanya kepada siapapun.
Langkah Ketiga
Analisa soal-soal SPMB selama lima tahun terakhir kemudian kelompokkan soal-soalnya untuk mendapatkan data statistik materi dan tipe soal yang paling sering muncul untuk setiap bidang studi. Atas dasar ini siswa bisa lebih mempertajam persiapan belajar terhadap topik-topik yang lebih besar kecenderungan keluarnya pada SPMB. Dengan perkataan lain cara belajar akan efektif atau tepat sasaran.
2. Strategi Memilih Jurusan/PTN
Inti dari strategi memilih jurusan/PTN adalah menentukan pilihan jurusan yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Di sini dibutuhkan data klasifikasi PTN maupun jurusannya dan tingkat kemampuan akademik siswa yang bersangkutan. Masalahnya memang tidak sederhana karena data tersebut tidak dimiliki oleh umum. Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah memprediksi klasifikasi jurusan dan memprediksi tingkat kesiapan akademik (kemampuan) siswa.
Memprediksi klasifikasi jurusan
Klasifikasi tingkat persaingan pada jurusan dapat diperkirakan dari reputasi PTN-nya, data peminat, dan daya tampungnya jurusan dimaksud dikaitkan dengan pengalaman siswa-siswi tahun sebelumnya berapa kira-kira nilai SPMB siswa yang diterima pada jurusan tertentu. Hasil analisis seperti di atas dapat dituangkan dalam bentuk prediksi passing grade jurusan yang diinginkan. Berikut adalah contoh untuk ITB.
Tabel II. Analisis Passing Grade Masuk ITB Tahun 2003No. Nama Jurusan Passing Grade %
1. Teknik Informatika 69.10
2. Teknik Kimia 63.56
3. Teknik Elektro 63.12
4. Teknik Industri 62.45
5. Teknik Mesin 56.70
6. Teknik Fisika 56.70
7. Teknik Perminyakan 56.59
8. Farmasi 56.04
9. Teknik Lingkungan 55.93
10. Matematika 54.60
11. Teknik Pertambangan 54.49
12. Perencanaan Wilayah Kota 54.27
13. Teknik Arsitektur 53.94
14. Teknik Penerbangan 53.06
15. Teknik Sipil 51.95
16. Kimia 51.95
17. Teknik Geofisika 51.62
18. Teknik Kelautan 51.29
19. Biologi 51.18
20. Teknik Material 50.40
21. Teknik Geologi 50.18
22. Astronomi 49.96
23. Oseanografi 49.85
24. Teknik Geodesi 48.08
25. Geofisika 47.31
26. Fisika 44.29
27. Meteorologi 42.65

Memprediksi tingkat kemampuan akademik
Memprediksi tingkat kemampuan akademik dapat dilaksanakan dengan membuat soal tes simulasi/try out dengan jumlah soal, tingkat kesulitan, waktu serta sistem penilaian yang sama dengan SPMB. Dengan mengikuti beberapa kali simulasi SPMB, siswa akan mengetahui nilai rata-rata yang diperoleh. Inilah yang menjadi acuan pemilihan jurusan.
Kiat Menentukan Pilihan Jurusan
Menentukan pilihan jurusan menyangkut resiko berhasil atau gagal dan berkaitan dengan masa depan. Oleh sebab itu siswa harus menentukan sendiri keputusan yang diambil. Penulis hanya memberikan gambaran/komentar tentang komposisi pilihan yang sebaiknya dibuat.
Meskipun passing grade setiap jurusan bisa berubah setiap tahun, perlu kiranya diperhatikan data passing grade tahun-tahun sebelumnya. Pilihan pertama pada SPMB sebaiknya mempunyai passing grade yang tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata hasil tes simulasi SPMB siswa yang bersangkutan. Sedangkan pilihan kedua adalah jurusan yang passing grade-nya sekitar 5% hingga 10% lebih kecil dari passing grade pilihan pertama.
 

Sabtu, 26 Maret 2011

Hari ini

Aku bingung,.,., terkadang aku berfikir untuk apa sesuatu yang sama sekali tidak di harapkan oleh seseorang diciptakan di dunia ini, ada begitu banyak keindahan,kebahagiaan,kemakmuran tapi justru kesengsaraan kepedihan yang tercipta.

about kembangsore

Menurut informasi yang dikumpulkan Misteri, Roro Kembangsore adalah puteri Adipati Bedalem dari Kadipaten Bonorowo. Selain cantik, dia juga dikenal amat ramah terhadap siapa saja. Para kawula alit di Bonorowo menyebut Roro Kembangsore sebagai puteri berbudi luhur.

Dikisahkan, karena kecantikan dan keluhuran budinya, banyak orang yang menyukai Roro Kembangsore. Tak jelas kapan dan dengan cara apa sang putri meninggal dunia. Yang pasti, hingga akhir hayatnya dia tetap dipuja, terutama oleh kaum hawa.

Memang, sampai sekarang masih banyak orang yang ngalab berkah di makamnya. Yang unik, entah siapa yang memulai, pemujaan terhadap Roro Kembangsore itu kemudian tidak hanya dimanipulasi oleh kaum Hawa. Kaum Adam pun tak ketinggalan memujanya. Lebih ekstrim lagi, pengkultusan tersebut kemudian dihubung-hubungkan dengan masalah pesugihan. Menurut pantauan Misteri, tidak hanya pedagang tempe yang datang ke makamnya dan menggelar ritual khusus supaya tempenya laris, tapi banyak juga artis lokal yang melakukan ritual di tempat ini dengan maksud supaya lekas menjadi artis Ibukota. Bahkan, banyak juga bisnismen kelas menangah yang juga melakukan ritual di sini.

Dikisahkan pula, semasa pemerintahan Adipati Bedalem, muncul kelompok sayap kiri dan sayap kanan dalam pemerintahannya. Pendukung sayap kiri terdiri dari para berandal yang menginginkan terjadinya kekacauan selam pemerintahan Adipati Bedalem. Motifnya jelas, yakni ingin menguasai seluruh wilayah Kadipaten Bonorowo.

Sementara terjadi kemelut politik, Roro Kembangsore selalu berbakti kepada ayahandanya tercinta. Dia sering memberikan saran dan masukan berbobot kepada ayahandanya, dengan maksud, jangan sampai memperhatikan usulan kelompok sayap kiri. Agaknya, dia tahu benar bila usulan tersebut ditanggapi, akan mengacaukan jalannya roda pemerintahan.

Karena tekanan yang sedemikian kuat dari kelompok sayap kiri, saran dan usulan sang puteri tak mendapat tanggapan sang ayah, sebab Adipati Badelam memang telah ada di bawah pengaruh golongan sayap kiri.

Suatu ketika, Roro Kembangsore bertemu dengan seorang putera penguasa Majapahit bernama Pangeran Lembupeteng yang tengah mengembara sambil melihat situasi wilayah Kadipaten Bonorowo. Pertemuan dua insan ini membuahkan tali persahabatan begitu erat. Bahkan setelah sekian lama saling bertemu, akhirnya terjalinlah tali persaudaraan di antara keduanya.

Sayangnya, hal ini ternyata menimbulkan rasa cemburu seorang tokoh sayap kiri bernama Kalang. Padahal, menurut silsilah keluarga, Kalang sesungguhnya masih berstatus paman Roro Kembagsore.

Dalam suatu kesempatan yang baik, di depan Adipati Bedalem, Kalang menebarkan fitnah dengan mengatakan bahwa puteri Roro Kembangsore telah memadu kasih dengan Pangeran Lembupeteng. Atas laporan palsu ini, Adipati Bedalem berang. Dia lantas memangil Pangeran Lembupeteng. Di situlah Adipati melampiaskan amarahnya dan mengusir Lembupeteng dari wilayah Kadipaten Bonorowo.

Selain diusir, Pangeran Lembupeteng juga dikucilkan oleh kelompok sayap kiri. Itu sebabnya dia segera meninggalkan lingkungan Kadipaten untuk melanjutkan pengembaraannya.

Tak dinyana, kepergian Pangeran Lembupeteng ternyata diikuti oleh Roro Kembangsore. Hal ini tentu menimbulkan kegaduhan. Raibnya Roro Kembangsore dari lingkungan kadipaten, membuat Kalang tambah penasaran. Memang sejak lama Kalang memendam asmara yang mendalam terhadap puteri berparas ayu dan berbudi luhur ini. Hanya karena rasa sungkannnya, Kalang memendam hasrat ini. Namun, dia tak rela jika Roro Kembangsore jatuh ke dalam pelukan Lembupeteng.

Keinginan untuk memperisteri Roro Kembagsore tak terbendung. Setelah melakukan pencarian cukup lama, Kalang berhasil menemukan jejak Pangeran Lembupeteng yang selama ini dianggap sebagai penghalang utama dalam penggapai cintanya pada si cantik Roro Kembagsore.

Pertengkaran antara Kalang dengan Pangeran Lembupeteng tak terelakan. Mereka pun terlibat duel yang sangat sengit. Sayangnya, Lembupeteng bukanlah lawan yang sebanding dengan Kalang. Pria yang lagi kasmaran itu akhirnya kalah dalam pertarungan ini.

Namun, bukan Kalang namanya bila tidak dapat melampiaskan dendamnya pada Lembu Peteng. Dia meminta bantuan Kasan Besari, sahabat karibnya. Berkat bantuan Kasan Besari, Pangeran Lembupeteng terluka oleh tombak Koro Welang.

Karena kesaktian tombak Koro Welang, tak berapa lama kemudian Pangeran Lembupeteng gugur dengan darah membasahi ibu pertiwi Kadipaten Bonorowo. Walau begitu, Roro Kembangsore bisa lolos dari tangan Kalang dengan cara melarikan diri. Jejaknya pun tak bisa diendus oleh Kalang dan antek-anteknya.

Meski tak bisa menyunting Roro Kembangsore, Kalang punya ambisi lain yang tak kalah besar, yakni ingin menguasai wilayah Kadipaten Bonorowo. Ambisinya ini memang terwujud. Setelah dibantu Kasan Besari dan antek-anteknya, Kalang berhasil menghabisi nyawa Adipati Bedalem. Dia kemudian memegang tampuk pemerintahan sebagai Adipati. Pusat kegiatan pemerintahan Bonorowo segera dialihkan ke Bethak.

Sementara itu, selepas Adipati Badalem pralaya, jejak Roro Kembangsore juga berhasil dilacak. Sang putrid pujuaan hati Kalang ini kemudian ikut pula diboyong ke Bethak. Meskipun sang puteri berontak atas ajakan i Adipati Kalang ini, namun dia tak memiliki kekuatan berarti. Dia akhirnya harus menyerah.

Setelah berdiam diri Bethak, sang putri tetap berupaya untuk tidak bersedia dijadikan permaisuri oleh Adipati Kalang yang sesungguhnya masih pamannya sendiri. Lewat berbagai cara, Roro Kembangsore akhirnya berhasil melarikan diri dari Kadipaten Bethak. Dia kemudian mengembara. Disebutkan bahwa dia memilih untuk tidak menikah seumur hidupnya.

Dikisahkan pula, setelah mengetahui bahwa Kembagsore tak berada di taman keputren, sang Adipati menjadi berang. Dengan muka merah, semua prajurit dikumpulkan dan diperintah untuk melakukan pencarian.

Karena keberangannya, sang adipati bahkan memberikan wewenang untuk mengumumkan sayembara kepada khalayak ramai yang berbunyi antara lain: “Barang siapa dapat menemukan dan menangkap Roro Kembangsore, supaya diserahkan kepada Adipati Kalang. Masyarakat yang berhasil melakasanakan, akan diberi hadiah istimewa, diangkat sebagai Demang di daerah Bandil.”

Gaung sayembara dari Adipati Kalang terdengar pula oleh para begal. Para begal menanggapi dengan sungguh-sungguh dan penuh suka cita. Di antara sesama begal saling berunding soal sayembara itu. Padahal selama ini mereka belum pernah melihat wajah Roro Kembangsore.

Para begal lalu menemukan akal akan mencegat setiap wanita berparas cantik yang kebetulan lewat, untuk dikorek jati dirinya. Waktu terus berlalu. Suatu ketika, dua orang begal berpapasan dengan seorang wanita berparas cantik dan berpenampilan lemah lembut. Keduanya langsung menghentikan langkah wanita yang disangka sebagai Roro Kembangsore itu. Nyatanya memang benar, wanita berparas cantik tersebut mengaku bernama Roro Kembangsore, puteri mendiang Adipati Bedalem dari permaisurinya yang bernama Roro Mursodo.

Mendengar pengakuan ini, kedua begal itu tertawa ngakak menunjukkan kegembiraan. Roro Kembangsore segera mereka ringkus dan mereka boyong untuk diserahkan pada Adipati Kalang. Roro Kembangsore tak menolak ajakan kedua begal ini. Namun dengan syarat tertentu, yakni kedua begal harus adu kesaktian. Siapa yang menang, dialah yang berhak menyerahkannya ke hadapan Adipati Kalang.

Kedua begal tak keberatan memenuhi syarat yang diajukan Roro Kembangsore. Keduanya kemudian saling adu kesaktian untuk tampil sebagai pemenang.

Selagi lomba adu kesaktian itu berlangsung sengit, secara diam-diam Roro Kembangsore yang cerdik itu melarikan diri. Kedua begal akhirnya kaget demi melihat Roro Kembangsore yang telah menghilang. Mereka segera menyadari kebodohannya, dan kemudian bersepakat untuk melakukan pengejaran.

Setelah gagal dalam pencarian, keduanya baru sadar bahwa mereka telah menjadi korban tipu muslihat Roro Kembangsore.

Meski dijanjikan sebagai permaisuri, Roro Kembangsore tetap menolak menikah dengan Adipati Kalang. Baginya, daripada harus menikah dengan Adipati Kalang, lebih baik tidak menikah selamanya.

Disebutkan, setelah Adipati Kalang mati disobek-sobek tubuhnya oleh Patih Gajah Mada, sampai hayatnya Kembangsore belum pernah menikah, meski sebetulnya banyak yang mau memperisterinya. Tapi, semua pinangan ditolak dengan halus oleh Roro Kembangsore. Salah satu pinangan tersebut berasal dari Joko Budheg. Pada waktu Joko Budheg melamar malah disuruh Roro Kembangsore berangkat bertapa di Gunung Budheg, sampai akhirnya dia dikenal dengan sebutan Joko Budheg….

***

Demikian sekilas kisah tentang Roro Kembangsore. Menurut keterangan Basuki, juru kunci makam Roro Kembangsore, konon karena kisah cintanya tak tersampai antara Roro Kembangsore dan Pangeran Lembupeteng, Adipati Kalang dan Roro Kembangsore, juga Joko Budheg dan Roro Kembangsore, sampai sekarang makam Roro Kembangsore masih tetap dikeramatkan.

Bila malam tiba, apalagi malam Mingguan, lokasi di sekitar makam ini ramai didatangi para peziarah. Uniknya, di antara para peziarah itu banyak pula perempuan penjaja seks. Mereka berkeliaran mencari mangsa laki-laki hidung belang di sekitar kuburan Cina (bong) yang ada di dekat makam Roro Kembangsore.

Dengan banyaknya para pekerja seks komersial (PSK), maka Gunung Bolo maka terjadi perpaduan antara wisata seks dan wisata spiritual. Karena itu, bagi peziarah yang murni ingin melakukan ritual, maka mereka cenderung datang ke makam Roro Kembangsore pada waktu pagi atau siang hari.

Ketika Misteri datang ke lokasi makam ini sambil menunggu datangnya juru kunci, Misteri sempat ngobrol agak lama dengan Ayu Yolanda, penyanyi dangdut lokal Tulungagung. Ayu mengaku datang ke makam Roro Kembangsore untuk yang kedua kalinya. Tujuannya, di samping supaya mendapat job banyak, dia juga ingin jadi penyanyi dangdut kondang seperti Inul Daratista..

Memang, uborampe yang dibawa Ayu tidak sama dengan uborampe orang yang akan mencari pesugihan di makam Roro Kembangsore, yaitu kembang boreh, minyak wangi, dan kemenyan. Bedanya hanya orang yang mencari pesugihan harus membawa uborampe sekul anget (nasi gurih panggang ayam), dan sekul wangi (bunga telon, minyak wangi, kemenyan). Selain umborampe tersebut, sepulang dari melaksanakan ritual tidak boleh berhenti di kawasan Gunung Bolo.

Biasanya, kalau sudah berhasil apa yang diinginkan, hari Jum’at Pon si pelaku pesugihan terus menyembelih kambing di makam Roro Kembagsore. Setelah itu, semua uborampe dikendurikan di makam Roro Kembangsore tersebut.

Yang terasa nyeleneh, konon bila permintaannya ingin lekas tercapai, maka si pelaku pesugihan harus melakukan hubungan seks haram dengan lawan jenis. Namun, hal ini dibantah oleh juru kunci yang mengatakan, “Sebetulnya tidak ada keharusan si pelaku pesugihan melakukan hubungan badaniah.”

Dikatakan oleh Basuki, yang pantang adalah ziarah bagi suami isteri. Konon, kalau suami isteri sama-sama ziarah ke makam Roro Kembangsore, maka kemungkinan besar kelak di kemudian hari mereka akan terlibat perselingkuhan. Kalau tidak suaminya, isterinya yang akan selingkuh. Begitu pula sebaliknya.

“Makanya, supaya tidak selingkuh kalau mencari pesugihan ke makam Roro Kembangsore sebaiknya tidak usah mengajak suami atau isteri. Roro Kembangsore mungkin tak suka dengan suami isteri, sebab dia seumur hidupnya tidak pernah menikah,” tandas Basuki.

Saat Misteri melakukan kontemplasi di areal makam Roro Kembangsore, Misteri melihat aura sekitarnya yang merah membara. Ini menandakan adanya kekuatan yang kurang baik di tempat itu. Mungkin hal ini berhubungan erat dengan praktek ritual sesat yang ada di sekitar makam ini.

Disamping itu, Misteri juga menyaksikan penampakkan sosok perempuan berambut panjang riap-riapan, dengan buah dada menggelayut sebesar papaya Bangkok. Apakah dia sosok wewe gombel, atau mungkin pula penjelmaan gaib dari Roro Kembangsore?

Apapun sosok itu, yang pasti, siapapun harus berpikir seribu kali bila ingin mencoba-coba jalan sesat di tempat ini. Ingan, banyak jalan menuju roma. Begitu kata pepatah. Jadi, berjuang dan jangan mudah menyerah dalam menggapai kehidupan yang lebih baik. Jangan lupa, berdoa selalu pada Tuhan Yang Maha Esa.

Rabu, 29 Desember 2010

the winner without goblet

2 jempol untuk pahlawan kita,TimNas Indonesia, meskipun pasukan garuda harus mengakui keunggulan Malaysia,namun kita harus turut meninjau ulang laga final AFF ini.  Mari kita tinjau mengapa kita harus mengatakan bahwa Indonesialah pemenang laga AFF 2010 ini.
  Inilah alasaannya :
Pemain ke 12 yakni suporter dari kedua pihak yang turut andil dalam laga final ini.Jika di Malaysia suporter mendukung dengan cara meneror kesebelasan pemain Indonesia,di Indonesia dukungan diberikan dengan berbagai untaian harapan,doa dan semangat sportifitas.Kita bisa mengatakan kesebelasan Malaysia tidak fair, tidak sportif atau berbagai hujatan yang lain.Meskipun gol-gol dari Malaysia yang di sarangkan ke gawang Indonesia cukup fairyplay,namaun kita lihat pemain ke 12 Malaysia yang bermain curang dengan menyorotkan sinar laser mengarah ke mata pemain Indonesia.
    Ya,, seharusnya pemain ke 12 Malaysia mendapat ganjaran kartu merah.Di saat tim Indonesia sudah mulai kehilangan konsentrasi dan emosi yang memuncak, ke 11 pemain Malaysia memanfaatkan keadaan dengan menggempur Indonesia, kita bisa mengumpamakan seperti ini, pemain ke 12 Malaysia menjegal pemain Indonesia dengan cara yang sangat halus dan kasat mata, dan ketika pemain Indonesia sudah ambruk, tinggal ke 11 pemain Malaysia menyelesaikan permainan.Kerjasama yang sangat indah dan licik bukan??
   Malaysia memang menang secara fisik namun kalah di mental dan batin, jika pemain Malaysia tidak di bantu dengan lasser mereka tidak akan bisa menang melawan Indonesia, terbukti di gelora bung Karno pada final leg kedua kemarin,Malaysia yang tidak di bantu dengan lasser berhasil di tundukkan TimNas Indonesia. Patutkah tim Malaysia bangga?? saya rasa anda bisa lebih bijak menilainya.
  Jadi sudah sewajarnya dan sudah seharusnya kita lebih bangga terhadap TimNas Indonesia yang telah berhasil memenangkan laga AFF ini secara mental, menghadapi kekalahan dengan mental pahlawan, adalah kemenangan yang sesungguhnya, hanya saja kita tidak mendapatkan piala secara fisik, namun secara batin piala itu lebih megah dan lebih berharga,
  Semangatlah Garudaku !!
 Engkau masih di dadaku!!

Selasa, 28 Desember 2010

kibar kreasi 2010, tak berkibar??

ya,, mungkin pertanyaan di atas patut di lontarkan, pasalnya kibar kreasi yang menelan dana sekitar 5 juta itu hanya mendapat respon yang minim dari warga MAN 2 Tulungagung.Madarasah yang beralamatkan di Jln ki mangunsarkoro ini memang memilki agenda tahunan pentas seni setiap akhir semester gasal, jika pada 2 tahun yang lalu kibar kreasi diadkan 3 hari berturut-turut namun sejak tahun kemarin kibar kreasi hanya di laksanakan 1 hari saja, namun tetap membutuhkan persiapan yang matang dan dana yang tidak sedikit, 1 bulan sebelum hari H tim panitia OSIS MPK mempersiapkan acra ini, sponsor pun telah di hubungi jau-jauh hari, dana sekitar 5 juta di kucurkan demi terselenggaranya acara ini, namaun sayang seribu sayang, tepat 23 Desember padaa  hari diselenggaarakannya acara ini dari 1832 siswa MAN 2 Tulungagung yang di prediksi bakal hadir seluruhnya hanya sekitar 500an siswa yang hadir itupun di dominasi kaum hawa, apa penyebab begitu minimnya minat siswa pada acara ini??  padahal kita bisa menganggarkan berapa kerugian tiap siswa jika tidak hadir adalah sekitar 25.000 rupiah, mari kita hitung,, jika dalam daftar ulang telah di anggarkan Rp, 70.000,00 untuk setiap siswa demi terselenggaranya seluruh acara OSIS dan hanya ada 3 event yang besar maka anggaran setiap satu kegiatan adalah sekitar 20.000 tiap siswa,, huhft..... sebenarnya apa yang salah?? jika dulu selalu dipertanyakan untuk apa anggaran OSIS sebesar itu?? kini ketika OSIS berusaha menjawab melalui tindakan, malah mendapat respon yang kurang baik,, bahkan jajaran pegawai MAN 2 Tulungagung, sebagiab ada yang kurang mendukung dengan acara ini,, ada yang mengatakan " kenapa di Madrasah yang bertempat di kota ini, acranya seperti di desa?"
  lalu kalau sudah begini, siapakah yang harus menginstropeksi diri?? siswa atau panitia(OSIS MPK) mungkin panitia bisa mengadakan acara yang lebih kreatif lagi agar siswa tidak jenuh dengan acara-acara sejenis dan agar pula dana yang dikucurkan tidak mubazir..