Powered By Blogger

Mengenai Saya

Foto saya
Tulungagung, jawatimur, Indonesia
Dialah yang membuat yang tampak dan nyata menjadi tidak ada, dan Dia jugalah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata dan dekat. Saya berusaha membuka mata untuk membukakan mata seluruh dunia.

Selasa, 28 Desember 2010

kibar kreasi 2010, tak berkibar??

ya,, mungkin pertanyaan di atas patut di lontarkan, pasalnya kibar kreasi yang menelan dana sekitar 5 juta itu hanya mendapat respon yang minim dari warga MAN 2 Tulungagung.Madarasah yang beralamatkan di Jln ki mangunsarkoro ini memang memilki agenda tahunan pentas seni setiap akhir semester gasal, jika pada 2 tahun yang lalu kibar kreasi diadkan 3 hari berturut-turut namun sejak tahun kemarin kibar kreasi hanya di laksanakan 1 hari saja, namun tetap membutuhkan persiapan yang matang dan dana yang tidak sedikit, 1 bulan sebelum hari H tim panitia OSIS MPK mempersiapkan acra ini, sponsor pun telah di hubungi jau-jauh hari, dana sekitar 5 juta di kucurkan demi terselenggaranya acara ini, namaun sayang seribu sayang, tepat 23 Desember padaa  hari diselenggaarakannya acara ini dari 1832 siswa MAN 2 Tulungagung yang di prediksi bakal hadir seluruhnya hanya sekitar 500an siswa yang hadir itupun di dominasi kaum hawa, apa penyebab begitu minimnya minat siswa pada acara ini??  padahal kita bisa menganggarkan berapa kerugian tiap siswa jika tidak hadir adalah sekitar 25.000 rupiah, mari kita hitung,, jika dalam daftar ulang telah di anggarkan Rp, 70.000,00 untuk setiap siswa demi terselenggaranya seluruh acara OSIS dan hanya ada 3 event yang besar maka anggaran setiap satu kegiatan adalah sekitar 20.000 tiap siswa,, huhft..... sebenarnya apa yang salah?? jika dulu selalu dipertanyakan untuk apa anggaran OSIS sebesar itu?? kini ketika OSIS berusaha menjawab melalui tindakan, malah mendapat respon yang kurang baik,, bahkan jajaran pegawai MAN 2 Tulungagung, sebagiab ada yang kurang mendukung dengan acara ini,, ada yang mengatakan " kenapa di Madrasah yang bertempat di kota ini, acranya seperti di desa?"
  lalu kalau sudah begini, siapakah yang harus menginstropeksi diri?? siswa atau panitia(OSIS MPK) mungkin panitia bisa mengadakan acara yang lebih kreatif lagi agar siswa tidak jenuh dengan acara-acara sejenis dan agar pula dana yang dikucurkan tidak mubazir..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar